Postingan

Kritik dan Esai cerpen Tahi lalat karya M. Shoim Anwar

            Cerpen “Tahi Lalat” karya M. Shoim Anwar ini mengangkat tema tentang pejabat / peraangkat desa yang tidak menepati janji-janjinya dan memiliki banyak kekurangan. Dilihat dari unsur Instinsik Alur dalam cerpen ini merupakan alur maju, hal ini dapat dilihat dari paragraf awal hingga paragraf akhir yang berurutan dari awal hingga akhir . Penokohan a.        Aku, tokoh aku dalam cerpen “Tahi Lalat”  karakter aku dalam cerpen ini adalah seseorang yang ingin tahunya banyak termasuk dengan berita tentang istri nya pak lurah. b.       Pak Lurah, merupakan tokoh seorang pemimpin yang tidak baik, tidak memperdulikan warganya (merayu warga untuk menjual tanah untuk perumahan) dan tidak menepati janji ketika kampanye. c.        Tokoh pendukung : istri dan laela Sudut pandang:   Pengarang menggunakan sudut pandang ora...

kritik dan esai cerpen sorot mata sheila karya M. Shoim Anwar

Sorot Mata Syaila DI  Bandara Internasional Abu Dhabi, pukul satu dini hari, detak jantungku makin kencang. Pipi perempuan itu perlahan-lahan menyentuh pundakku. Terasa makin dekat dan hangat. Mulanya dia masih berusaha menegakkan kepalanya kembali beberapa kali, tapi makin lama kesadarannya makin menipis. Pipi itu akhirnya benar-benar menempel dengan pasti. Sebuah penyerahan yang lembut. Ujung hijabnya menyentuh hidungku. Terasa ada aroma parfum Alfa Zahrah. Gaun panjang terusan warna hitam yang dikenakan,  abaya , ikut meluruh ke tubuh kiriku. Aku tak berani bergerak. Ada baiknya berdiam agar dia tak terbangun dengan tiba-tiba. Ini pasti di luar kesadarannya. Malam telah melarut dan payah pun membalut. Hembus napasnya terdengar makin teratur. Tangan perempuan itu menyilang di pangkuannya. Lengan bajunya mengingsut naik. Bulu-bulu panjang tampak tumbuh merebah di lengan. Kulitnya bersih dan cerah membuat bulu-bulu itu tampak dari pangkal tumbuhnya hingga ujung. Se...

Kritik Sastra "Puisi Antara Babat dan Baureno" Karya: M. Shoim Anwar

ANTARA BABAD DAN BAURENO Antara babad dan baureno kucari jejakmu di celah pasir yang mengalir wewangian telah berkabar bersama malaikat subuh tapi hasratku terkunci di dahan kasturi langkahmu kueja seperti alaifbata meski lidahku kelu memeram rindu..... Puisi yang berjudul "Antara Babad dan baureno" ini merupakan salah satu karya sastra puisi karya M. Shoim Anwar, puisi ini menggambarkan dengan jelas tentang cerita cinta kasmarannya seseorang, seseorang yang sedang dilanda kerinduan namun tak sampai karena tidak tahu keberadaan kekasihnya tersebut, hal ini dapat dilihat dari baris kedua " kucari jejakmu di celah pasir yang mengalir".  Puisi yang berjudul "Antara Babad dan baureno"  karya: M. Shoim Anwar ini merupakan puisi yang cukup bagus dan menarik, meskipun hanya terdiri dari enam baris tetapi isi dari puisi ini sangat jelas penggambarannya, sehingga pembaca pasti akan tau apa isi yang diceritakan oleh penulis, dan puisi ini jug...

Kritik Sastra "Puisi Di Bandara Internasional Abu Dhabi" karya M.Shoim Anwar

Di Bandara Internasional Abu Dhabi  Di bandara internasional abu dhabi  di bawah atap repilakasi daun-daun kurma kulihat kau berhijab dari dahi hingga ke kaki abayamu melindung sempurna hingga mencium tanah di bandara internasional abu dhabi kau pun berkaos dan celana pendek ketat melekat  urat kulitmu menyapa hingga ke pangkal paha sambil mengunya coklat yang manis dirasa menuding perhiasan emas permata  dibayar dengan komisi dari pihak ketiga sebagai pelicin membuka usaha di bandara internasional abu dhabi  kau kenakan surban putih bersih  kacamata gelap pelindung matahari lalu ganti setelan jas hitam berdasi atau jins belel berlubang- lubang kayak ditembak kompeni di bandara internasonal abu dhabi saat buka seluler kau tersenyum sendiri temanmu pura-pura sakit jantung dan merintih  saat mau diperiksa komisi anti korupsi lari ke rumah sakit bertarif mahal sekali minta diselim...

Puisi Kau Berduri

KAU BERDURI Karya: Dewi Nabilah Rahmawati Kau cantik tapi berduri Kau manis tapi melukai Kau indah tapi menyakiti Kau menawan tapi menyayat hati Kau ciptakan harapan besar, Tapi berakhir hambar... Kau ciptakan janji manis, Tapi berakhir sadis... Kau mengajakku terbang, Tapi kini aku malah kau buang.... Kau tipu aku dengan tatapan mata sayumu... Kau tutupi belang dengan kemolekan tubuhmu..... Kau sembunyikan kepalsuan dengan senyuman bibir manismu. ... Jika yang Cantik dan indah hanya bisa menyakiti...  Maka Kan ku pilih dia yang biasa namun buat bahagia....